There's something beautifully different about entering your 40 plus plus season of life. It's quieter, wiser and somehow more intentional.
Di fase ini, aku mulai menyadari satu hal penting: not everyone is meant to stay in your circle dan itu bukan hal yang menyedihkan, but actually empowering.
Learning to Choose, Not Just Accept
Dulu, aku termasuk orang yang "ikut saja". Ikut komunitas ini, hadir di acara itu, mencoba stay connected dengan banyak orang. But now? I choose, I filter and I prioritize.
Di usia sekarang, aku mulai membatasi dan memilih circle, bukan karena sombong, but because I finally understand what truly matters:
- Ketenangan hati
- Kesehatan fisik & mental
- Growth yang aligned dengan purpose hidup
My Travel Business: A Journey with Gen X & Baby Boomers
Dalam bisnis travel Haji Umroh yang aku bangun, tim mitra aku mayoritas berada di usia 45 tahun ke atas yaitu Gen X dan Baby Boomer and honestly? It's a whole different dynamic.
Aku bertemu dengan berbagai karakter:
- Ada yang produktitivitasnya tidak secepat generasi muda
- Tidak suka terburu-buru dan di buru buru (kejar deadline)
- Lebih santai dalam mengambil keputusan (sudah tidak terlalu ambisius)
- Dan yes, ada juga yang sedikit "baperan"
At first, it was challenging. Aku yang terbiasa dengan ritme cepat, harus belajar slowing down. But then I realized: This is where growth happens. Because understanding people is part of building a sustainable business. Apalagi di industri travel, yang sangat mengandalkan trust, komunikasi dan kenyamanan.
"When you learn how to speak their language, you build not just a team, but family."
Justru dari sini aku belajar lebih sabar, lebih empati dan lebih bijak dalam komunikasi and suprisingly, I enjoy it.
Setiap travel haji umroh itu wajib daftar di Asosiasi dan kalau di asosisasi, ceritanya berbeda lagi. Lebih random. Dari milenial sampai baby boomer semua ada, bahkan mungkin sekarang ada travel baru yang ownernya dari kalangan Gen Z.
Ini seperti "mini dunia nyata" dimana semua karakter berkumpul jadi satu. Ada yang manipulatif, ada yang memiliki ambisi, ada yang tidak mau terkalahkan, ada yang adem ayem sampai hanya sekedar syarat saja bergabung dan berinteraksi di asosiasi.
Kadang melelahkan, but also enriching. Karena disini aku belajar bagaimana menyampaikan ide ke generasi muda dengan cara yang engaging dan di saat yang sama, tetap menghormati cara berpikir generasi yang lebih senior.
It's like switching languages, emotionally and intellectually.
Protecting My Energy: New Priority
Seiring waktu, aku juga mulai menyadari bahwa energy is currency. Aku mulai membatasi aktivitas. Tidak lagi menghadiri semua undangan. Tidak lagi merasa harus selalu ada.
Now I ask myself:
- Apakah ini membawa kebahagiaan?
- Apakah ini memberi ketenangan?
- Apakah ini baik untuk kesehatan fisik dan rohani aku?
- Apakah ini memberikan dampak baik demi kemajuan bisnis aku?
Kalau jawabannya tidak, then I gently step back. Because at tis stage of life, peace is non-negotiable.
My Modest Fashion Business: Where Creativity Flows
Berbeda dengan bisnis travel, di bisnis modest fashion, aku justru memilih segmen yang lebih luas, dari Gen Z sampai Gen X and oh, I Love this space! Circle di sini terasa lebih: vibrant, expressive, penuh ide segar.
Gen Z membaca kreativitas dan keberanian, Gen Milenial membawa aku untuk bereksperimen, sementara Gen X memberi kestabilan dan pengalaman. It's a perfect balance. Walau tetap di usia ku 40+ ini, aku tetap membatasi dan memilih mana yang ada di dalam list pertemanan ku.
"Creativity grows when you surround yourself with people who dare to think differently
So... Is My Circle Growing or Shinking?
Ini pertanyaan yang sering muncul. Apakah circle aku semakin bertambah? Atau justru berkurang? Jawabannya: neither. Tidak bertambah dan tidak juga berkurang.
Aku hanya mengganti. Mengganti dengan yang lebih:
- Aligned dengan visi hidup aku
- Mendukung perjalanan aku 5-10 tahun ke depan
- Membawa aku lebih dekat dengan versi terbaik diri aku.
Because at the end of the day, it's not about how many people are in your circle, but who truly belongs there.
Closing Reflection
Di usia 40+, hidup bukan lagi tentang proving something to the world, it's about: living with intention, choosing with awareness and surrounding yourself with the right people.
Aku bersyukur dengan perjalanan ini. Dengan semua karakter yang aku temui, dengan semua dinamika yang kadang menguras energi, tapi juga membentuk aku jadi lebih kuat.
And if you're in the same phase as me...
- It's okay to choose
- It's okay to outgrow people
- It's okay to protect your peace
Because you deserve a circle that feels like home 🤍





















